Lamina · 19 Juli 2026

Di Balik Interior Humble Super Cafe Jambi: Cerita Veneer di Arch dan Counter-nya

Kalau Anda orang Jambi dan sering scroll Instagram, kemungkinan besar Anda sudah pernah lihat cafe ini: serba terracotta, kusen kaca oranye, lantai mozaik yang memantulkan sore. Humble Super Cafe memang salah satu ruang paling berkarakter di kota ini.

Yang mungkin belum Anda tahu: elemen kayu yang jadi salah satu nyawa interiornya, arch dan counter-nya, memakai Lamina Veneer dari kami. Artikel ini cerita di baliknya, sekaligus pelajaran yang bisa Anda ambil kalau sedang merancang ruang usaha sendiri.

Interior Humble Super Cafe Jambi dengan palet terracotta dan kusen kaca oranye

Ruangnya dulu: berani, hangat, dan konsisten

Interior Humble Super Cafe dirancang oleh Eggro Interior, dan satu hal yang langsung terasa: keberanian memegang satu palet. Terracotta di dinding, oranye di rangka kaca, lantai mozaik senada. Ruang seperti ini gampang terlihat “terlalu ramai” kalau materialnya salah pilih.

Di situlah elemen kayunya bekerja. Arch dan counter dengan serat kayu yang berpilin memberi titik tenang sekaligus tekstur alami di tengah warna-warna berani itu. Mata butuh tempat berlabuh, dan kayu selalu jadi pelabuhan yang nyaman.

Motif yang dipakai: dua karakter Gothic

Untuk proyek ini, Eggro Interior memilih dua motif dari koleksi Lamina:

  • LV Brown Gothic Burl 3398 pada bidang utama: serat berpilin cokelat kemerahan yang hidup, tidak ada dua lembar yang sama.
  • LV Cream Gothic 3278 sebagai pasangannya: tone lebih lembut yang menjaga keseluruhan tetap hangat, tidak berat.

Gampangnya begini: motif burl itu seperti sidik jari kayu. Polanya berputar, mengalir, dan justru karena tidak seragam itulah dia terasa mahal. Dipasang di arch yang melengkung, seratnya ikut “bergerak” mengikuti bentuk. Detail seperti ini yang bikin pengunjung menyentuh dinding dan bertanya: ini kayu asli?

Detail serat LV Brown Gothic Burl 3398 pada arch Humble Super Cafe

Jawabannya: iya, kayu asli. Veneer adalah irisan tipis kayu sungguhan, bukan cetakan motif. Kalau Anda baru kenal material ini, kami sudah tulis panduan veneer untuk pemula.

Jujur soal lingkup: mana yang Lamina, mana yang bukan

Supaya adil dan jelas: yang memakai Lamina Veneer di cafe ini adalah arch dan counter. Dinding tekstur terracotta-nya dikerjakan sendiri oleh tim cafe, bukan produk kami. Kami tidak suka mengklaim yang bukan punya kami, dan justru kombinasi inilah pelajarannya: material dari sumber berbeda bisa menyatu kalau arah desainnya jelas.

Kombinasi LV Brown Gothic Burl pada counter dengan dinding tekstur terracotta

Lihat suasananya langsung

Atau datang langsung: Humble Super Cafe di Google Maps. Sambil ngopi, perhatikan arch-nya dari dekat. Itu cara terbaik menilai veneer: bukan dari layar, tapi dari jarak satu jengkal.

Kalau Anda sedang merancang cafe atau ruang usaha

Tiga pelajaran dari proyek ini:

  1. Pilih satu palet, pegang erat. Material kayu tidak harus “aman cokelat tua”. Burl cokelat kemerahan justru menguatkan tema terracotta.
  2. Pakai kayu sebagai titik istirahat mata. Semakin berani warna ruangan, semakin penting ada bidang bertekstur alami.
  3. Motif ekspresif untuk bidang yang disentuh dan difoto. Counter dan arch adalah tempat orang berinteraksi paling dekat. Di situlah motif seperti Gothic Burl paling terasa nilainya.

Koleksi lengkapnya bisa Anda lihat di halaman Lamina Veneer, enam seri dengan 25+ motif, semua kayu asli dan made to order.

Mau lihat motifnya langsung?

Sampel LV Brown Gothic Burl 3398, LV Cream Gothic 3278, dan motif lainnya bisa dipegang langsung di showroom kami: Jl. Soekarno-Hatta No.11 & 12, Pasir Putih, Jambi Selatan (Senin-Sabtu, 08.00-17.00 WIB).

Atau chat dulu: WhatsApp +62 811-7484-228, ceritakan ruang yang sedang Anda rancang, kami bantu pilihkan motifnya.

Terima kasih untuk Humble Super Cafe dan Eggro Interior yang sudah mengizinkan proyek ini kami ceritakan.


Punya pertanyaan soal material untuk proyek Anda?

Konsultasi via WhatsApp